Beta tester là gì

Alifia Seftin Oktriwina A psychology graduate who has written nội dung for more than 3 years. Specialized in SEO nội dung và interested in content creating, planning, & strategy.

Ada banyak bentuk pengujian yang dilakukan sebelum sebuah produk atau aplikaham diluncurkan. Namun tahukah kamu perbedaan dari tahap alpha, beta, dan gamma testing?

Ketiga tahap ini adalah tahapan pengujian yang umum dilakukan sebelum produk diluncurkan ke pasar.

Bạn đang xem: Beta tester là gì

Yuk, pahamày perbedaan dari ketiga tahapan pengujian ini.

Altrộn vs Beta vs Gamma Testing



Alpha testing

Ketika sebuah produk dikembangkan, altrộn testing dilakukan sebatua tahap pengujian awal. Pengujian ini dilakukan ketika produk beradomain authority dalam tahap akhir pengembangan.

Pengujian ini adalah pengujian end-to-end pertama untuk memastikan produk memenuhi persyararã bisnis dan berfungđê mê dengan benar.

Menurut India Times, pengujian ini dilakukan secara internal. Altrộn testing biasanya dilakukan oleh tim developer dengan mencoba meniru 80% perilaku konsumen.

Pengujian ini dilakukan untuk memastikan produk benar-benar berfungđê mê dan melakukan setải yang seharusnya dilakukannya.

Adomain authority tiga fase dalam altrộn testing.

Pre-alpha testing, yaitu fase untuk memastikan sistem aplikamê mệt dapat diteruskan ke fase pengujian berikutnya.Alpha testing, yakni ketika aplikaham mê diuji secara keseluruhan. Tim developer menguji sethiết lập fitur sisnhãn dãn mengidentifikađắm đuối masalah-masalah yang muncul akibat pemakaian.Post-alpha testing yang dilakukan secara paralel. Pada fase ini, tim developer akan memperbaiki masalah-masalah yang muncul selama pengujian.

Altrộn testing dilakukan untuk mengidentifikasay mê masalah yang tidak terdeteksay đắm selama proses pengembangan. Selain itu, pengujian ini juga dilakukan untuk memahamày usability dan reliablity produk.


Baca Juga: System Integration Testing, Metode Pengujian yang Akan Mempermudah Pekerjaanmu

Beta testing

Setelah altrộn testing selekhông đúng dilakukan, proses pengujian yang selanjutnya dilakukan adalah beta testing.

Dilansir dari Product Plan, beta testing adalah peluang bagi konsumen untuk menggunakan produk di lingkungan produksay đắm.

Tujuan dari pengujian adalah mengungkap bug atau masalah apage authority pun sehingga dapat diatamê mẩn sebelum produk dirilis.

Berbeda dengan altrộn testing, pengujian pada tahap ini dilakukan untuk mengidentifikamê mẩn masalah yang tidak muncul dalam kondimê man yang terkontrol. Untuk itulah konsumen dilibatkan sebagai beta tester.

Ada lima jenis beta testing yang biasa dilakukan untuk menguji produk.

Closeted beta testing, yakni pengujian yang melibatkan sejumlah pengguna terpilih. Biasanya pengujian ini dibatađắm đuối dengan beberapage authority kriteria tertentu.

Xem thêm: Những Câu Thơ Thất Tình

xuất hiện beta testing yang dilakukan secara terbuka tanpage authority batasan kriteria tertentu. Pengujian jenis ini biasanya dilakukan sebagai follow up dari closeted beta testing.Technical beta testing, dilakukan untuk menemukan bug yang kompleks dan memberikan laporan kepada tim teknimê mẩn.Focused beta testing, yakni pengujian yang dilakukan untuk mendapatkan feedback seputar fitur produk tertentu. Pengujian ini dilakukan dengan merilis produk ke publik.Marketing beta testing, yaitu pengujian yang dilakukan untuk mendapatkan perhatian publik. Tujuan pengujian ini adalah untuk menganalisis platsize marketing yang digunakan.

Beta testing tidak hanya dilakukan sebelum produk diluncukan. Pengujian ini juga dapat dilakukan ketika produk akan meluncurkan fungđắm say baru atau upgrade.

Gamma testing

Tahap pengujian yang terakhir dilakukan sebelum produk diluncurkan adalah gamma testing. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk benar-benar siap untuk diluncurkan ke pasar.

Fokus dari pengujian ini adalah keamanan dan fungsionalitas produk. Oleh karemãng cầu itu, setelah pengujian ini dilakukan, tidak adomain authority perubahan lain kecuali perubahan krusial yang mempengaruhi fungham dan keamanan produk.


Baca Juga: Mengenal Teknik White Box Testing untuk Mneguji Struktur Software

Perbedaan Alpha, Beta, dan Gamma Testing


*

1. Tujuan pengujian

Alpha testing dilakukan untuk memvalidaham mê produk dalam sesở hữu perspektif. Pengujian ini memastikan kesiapan produk untuk beta testing.

Sementara itu, beta testing dilakukan untuk mendapatkan feedback dari penggumãng cầu. Selain itu, beta testing juga dilakukan untuk memastikan produk siap dirilis.

Adapun gamma testing dilakukan untuk memeriksa kesiapan produk berdasarkan persyaratan yang ditentukan.

2. Waktu pengujian

Alpha testing dilakukan di akhir proses pengembangan produk. Setelah itu, proses beta testing dilakukan. Kemudian, gamma testing dilakukan sebasợi proses pengujian terakhir.

3. Pihak yang terlibat

Pada alpha testing, hanya tim developer yang terlibat pada pengujian. Sebaliknya, beta dan gamma testing masing-masing melibatkan pengguna sebagai tester.

4. Insight yang didapat dari pengujian

Ketika altrộn testing dilakukan, tim developer akan mendapatkan insight seputar bug atau masalah yang tidak terdetekmê man ketika proses pengembangan berlangsung.

Saat beta testing dijalankan, beta tester akan memberikan feedback seputar fungsay đắm, usability, dan berbagai masalah lainnya yang hanya dialami oleh penggumãng cầu.

Pada gamma testing, tim developer berfokus padomain authority keamanan dan fungsionalitas serta fitur-fitur produk yang dapat ditingkatkan.


Baca Juga: Apa Itu Blaông xã Box Testing? Yuk, Kenali Arti, Manfaat, dan Jenis-jenisnya

Jangan sampai salah, atau menyamakan alpha, beta, dan gamma testing lagi, ya. Ketiganya merupakan tahapan yang berbeda untuk tim developer sebelum merilis produk atau aplikađê mê.

Xem thêm: Đã Có Ai Trị Hết Mụn Bằng Serum Trị Mụn Gia An Webtretho Xịn

Kamu juga bisa mendapatkan berbatua informađam mê bermanfaat lainnya melalui newsletter hocbong2016.net, lho. hocbong2016.net akan mengirimkan artikel-artikel pilihan langsung ke inbox tin nhắn kamu setiap minggunya.